Translate

Senin, 27 Januari 2020

Siklus Akuntansi


Akuntansi merupakan elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah perusahaan. Akuntansi merupakan sebuah catatann keuangan yang dapat menggambarkan keadaan keuangan perusahaan, sehingga jelas bahwa perusahaan baik sekala kecil maupun besar yang dimana tujuannya pergerakannya adalah profir oriented atau keuntungan yang dalam hal ini adalah berbentuk uang, maka akuntansi diperlukan dalam proses usahanya.
Pada pada proses pencatatannya tidak semua skala usaha mempunyai sistem yang sama antara usaha skala kecil dengan usaha sekala besar, untuk usaha sekala kecil sistem akuntansi yang digunakan lebih sederhana sementara untuk usaha sekala besar sistem akuntansi yang digunakannyapun harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Peruasahaan ada dua jenis yaitu peruasahaaan dagang dan peruasahaan jasa yang sebetulnya memiliki system  akuntansi yang relativ sama. Adapaun dalam pembahasan kali ini yaitu akan membahas tentang siklus akuntansi yang umumnya dipergunakan pada perusahaan perdagangan untuk sekala menengah dan besar.
Adapun siklus akuntansi yang ideal dipergunakan diperusahaan-perusahaan tersebut diantaranya:

1.    Identifikasi

Identifikasi yang dimaksud adalah identifikasi transaksi. Tidak semua transaksi dapat dicatat ke dalam catatan akuntansi, transaksi yang dimaksud adalah transaksi-transaksi yang berhubungan dengan keuangan dan dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan degnna kata lain transaksi yang dicatat yaitu transaksi yang berpengaruh terhadap aset perusahaan, utang perusahaan, dan modal perusahaan. Dengan banyaknya jenis transaksi yang dilakukan, sehingga mewajibkan seorang akuntan untuk  mengidentifikasi transaksi tersebut. Transaksi yang dapat dicatat dalam proses akuntansi, hanya transaksi-transaksi yang memiliki bukti sehingga laporan yang dihasilkan dapat dipertanggung jawabkan oleh akuntan, bukti yang di maksud dapat betupa nota, faktur, memo, bukti kas masuk maupun kas keluar dan juga beberapa bukti lainnya yang memungkinkan dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan.

2.    Analisis

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang akuntan setelah melakukan identifikasi transaksi yaitu melakukan analisis transaksi dimana penganalisisan ini yaitu menentukan akun-akun yang terpengaruhi oleh setiap transaksi. Pada sistem pencatatan akuntansi umumnya menggunakan double entry system diamana setiap transaksi yang terjadi sekurang-kurangnya dapat mempengaruhi dua rekening akun baik bertambah maupun berkurang yang dicatat disebelah debet dan kredit dengan jumlah nominal yang sama. Untuk mengetahui pengaruhnya setiap transaksi terharap rekenning akun, dapat membukan laman rumus buktitransaksi.

3.    Pencatatan kedalam jurnal

Setelah melakukan analisis transaksi dan sudah mengetahui akun apa saja yang terpengaruhi oleh setiap transaksi, seorang akuntan akan mencatat transaksi-transaksi yang terjadi kedalam buku jurnal. Jurnal terdapat dua bentuk yang memiliki fungsi yang sama yaitu pertama jurnal umum dan yang kedua jurnal khusus. Jurnal umum atau general journal adalah jenis jurnal yang sebetulnya daapat digunakan untuk berbagai jenis transaksi, dan akan mendapatkan hasil laporan yang sama dengan hasil laporan yang menggunakan jurnal khusus. Hanya saja karena pencatatannya yang disatukan antara  berbagai transaki, sehingga pembaca maupun akuntan akan sedikit mengalami kesulitan dalam membedakan setiap transaksi yang terjadi dalam satu periode. Jurnal khusus adalah jurnal yang dipergunakan khusus untuk jenis-jenis transaksi yang terjadi. Misalnya jurnal khusus penjualan dimana jurnal ini hanya dipergunakan khusus untuk transaksi transaksi penjualan. Adapun jurnal khusus pada umumnya yang digunakan dalam perusahaan dagang diantaranya yaitu jurnal penjualan, jurnalpembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal kas kecil, jurnalumum khusus yang biasanya digunakan untuk mencatan retur dan mencatat transaksi-transaksi lainnya yang tidak termasuk dalam jurnal yang sudah disebutkan sebelumnya, selain itu juga memungkinkan adanya jurnal-jurnal yang lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Setelah dilakukan penjurnalan umumnya seorang akuntan kan membuat rekapitulasi setia akun pada masing-masing jurnal, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah akuntan dalam proses pemostingan ke dalam buku besar.

4.    Pemindahbukuan kepada buku besar (posting buku besar)

Setelah melakukan penjurnalan, langkah selanjutnya adalah memposting setiap akun kedalam buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening akun-akun perusahaan. Biasanaya setiap perusahaan mempunyai kumpulan akun-akun yang biasanya terjadi pada perusahaan tersebut yang dimana akun tersebutpun sudah memiliki kode akun yang dimaksudkan untuk mempermudah perivikasi rekening  akun. Lihat pada contoh buku besar.

5.    Penyusunan neraca saldo

Penyusunan neraca saldo kegiatannya hanya memindahbukukan dari buku besar ke dalam format neraca saldo sehingga neraca saldo juga disebut dengan dekapitulasi buku besar. Nominal yang dipindahkan kedalam neraca saldo adalah nominal atau angka akhir yang terdapat pada masing-masing rekeing akun buku besar baik itu yang ada di debit maupun di kredit yang pada akhirnya jumlah neraca saldo harus seimbang antara jumlah yang ada di debit dengan jumlah yang ada di kredit. Apabila jumlah tidak seimbang, kemungkinan ada kesalahan pencatatan baik itu di neraca saldo itu sendiri, di buku besar atau mungkin kesalahan pada jurnal yang tentunya arus diperbaiki oleh akuntan.

6.    Penyusunan jurnal penyesuaian

Tidak semua perusahaan akan selalu melakukan penyesuaian, maksudnya adalah jurnal penyesuaian tergantung pada kronologis keadaan asset perusahaan itu sendiri. Apa bila pada akhir periode tidak ada rekening akun yang harus disesuaikan, maka setelah membuat neraca saldo, seorang akuntan dapat melakukan langkah selanjutnya tanpa membuat jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode sebelum seorang akuntan membeuat laporan keuangan yang biasanya karena adanya bukti transaksi berupa memo dari berbagai pihak yang behubungan yang isinya menyatakan bahwa seorang akuntan harus melakukan penyesuaian kembali atau memperaiki jurnal terhadap rekening akun yang telah dibuat dengan membuat jurnal baru berupa jurnal penyesuaian. Dan setelah pembuatan jurnal selesai langkah selanjutnya yaitu seperti biasa bahwa seorang akuntan harus membuat rekapitulasi akun pada jurnal dan kemudian mempostinnya kepada buku besar.

7.    Saldo setelah penyesuaian atau work sheet

Pada kegiatan ini sebetulnya seorang akuntan hanya memilih salah satu diantara dua yang sudah disebutkan yaitu memilihh membuat neraca saldo setelah penyesuaian atau membuat kertas kerja (work sheet). Pungsi utama sama yaitu sebagai untuk membuat laporan keuangan, hanya saja untuk membuatan work sheet lebih disarankan dalam tahap ini. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah membuatak laporan keuangan. Adapun contoh worksheet atau kertas kerja adalah sebagai berikut.
No. Akun
Nama Akun
Neraca Saldo
Jurnal Penyesuaian
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Laporan Laba Rugi
Laporan Posisi Keuangan
debet
kredit
debet
kredit
debet
kredit
debet
kredit
debet
kredit





































Keteranga:
-       Kolom no. akun diisi dengan nomor akun yang sudah disediakan perusahaan untuk masing-masing akun.
-       Kolom nama akun diisi dengan mama-nama akun yang sudah disusun oleh perusahaan
-       Kolom neraca saldo di isi sesuai dengan nominal angka pada neraca saldo yang dibuat sebelum jurna penyesuaian.
-       Kolom jurnal penyesuaian hanya membuat ulang jurnal artinya hanya memindahbukukan dari jurnal penyesuaian yang dibuat sebelumnya ke dalam format kertas kerja (work sheet).
-       Kolom neraca saldo setelah penyesuaian di isi dengan hasil penguranga atau penambahan antara nominal salah satu akun neraca saldo dengan nominal akun jurnal penyesuaian. Apabila pada neraca saldo di debit dan di jurnal penyesuaian di debit maka tinggal dijumlahkan/ditambahkan saja kemudian simpan di kolom neraca saldo setelah penyesuaian di sebelah debit begitu juga sebaliknya.
-       Kolom laporan laba rugi hanya memindahkan akun-akun yang termasuk pada golongan pendapatan dan beban.
-       Kolom laporan posisi keuangan atau biasa disebut juga neraca hanya memindahkan akun-akun yang termasuk pada golongan harta, utang dan modal yang terdapat pada kolom neraca saldo setelah penyesuaian.

 8.    Menyusun lapporan keungan

Berdasarkakn informasi yang sudah dibuat pada kertas kerja, maka langkah selanjutnya yaitu membuat laporan keuangan yang terdiri dari:
a.    Laporan laba rugi yang berguna untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Adapun akun akunnya terdapat pada kertas kerja di kolom lapporan laba rugi.
b.    Laporan perubahan modal yang bergna untuk melihat ada atau tidaknya perubahan modal selama kegiatan operasional usaha.
c.     Laporan posisi keuangan  yang berguna untuk  memprediksi likuiditas, solvensi dan fleksibilitas.
d.    Laporan arus kas yang berguna untuk mengetahui informasi mengenai keluar dan masuknya kas perusahaan pada periode  berjalan.

9.    Jurnal pembalik

Setelan membuat laporan keuangan, langkah selanjutnya yaitu membuat jurnal penutup. Akun-akun yang ditutup pada tahap ini adalah akun-akun pendapatan dan akun-akun beban caranya yiatu dengan meng-nolkakn akun-akun tersebut. Misal terdapat salah satu akun golongan pendapatan yang posisi nominal pada neraca saldo setelah penyesuaian itu di kredit maka pada jurnal penutup, akun tersebut nominalnya dipindahkan menjadi di debit. Jurnal penutup dibuat dimaksudkan karena akun akun tersebut sudah berhenti aktifitasnya pada periode berjalan sehingga harus ditutup atau dihentikan dan akan dimulai kembali pada periode berikutnya. Setelah pembuatan jurnal, seperti biasa akuantan harus mempostingnya ke buku besar.

10. Neraca saldo setelah penutupan

Pada dasrnya neraca saldo dibuat kembali Karen adanya jurnal yang mempengaruhi bukku besar. Seperti hanya pertama kita buat neraca saldo, kemudian karena ada jurnal penyesuaian, maka dibuat lagi neraca saldo setelah penyesuaian. Begitu juga pada tahap ini, karena adanya jurnal penutup, maka harus dibuat juga neraca saldo setelah penutupan. Karena adanya kewajian untuk memposting jurnal kebuku besar, sehingga kemudian seperti yang sudah disampaikan bahwa neraca saldo merupakan rekapitulasi dari buku besar. Neraca saldo setelah penyesuaianyan ini nantinya hanya akan tersisa akun-akun Harta, utang dan modal dan keseimbangan harus ada antara nominal yang ada di kolom debit dengan nominal yang ada di kolom kredit.

11.  Jurnal pembalik

Jurnal pembalik adalah tahap akhir proses siklus akuntansi. Jurnnal pembalik bertujuan untuk menyederhanakan transaksi-transaksi tertentu yang terjadi pada periode berikutnya. Jurnal pembalik biasanya dibuat pada awal periode berikutnya. Cara membuatnya yaitu dengan membalikan jurnal yang ada pada jurnal penyesuaian pada periode berjalan. Misal pada jurnal penyesesuaian terdapat salah satu akun yang nominalnya berada pada posisi debit makan dipindahkan menjadi di kredit begitu juga sebalaiknya.

Selesai pada tahap ini maka selasai pulalah percatatan akuntansi pada satu periode berjalan. Aktifitas aktifitas-aktifitas yang sudah dijelaskan diatas tidak boleh terlewatkan apabila dibutuhkan karena aktifitas tersebut sudah menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam proses siklus akuntasi.
Terima Kasih Semoga Bermanfaat


Pengetahuan Dasar Akuntansi

        Sebelum kepada pembahasan yang lebih jauh mengenai akuntansi dan pencatatannya, terlebih dahulu kita ketahui  konsep dasar ataupun pengetahuan-pengetahuan dasar tentang akuntansi untuk memudahkan pemahaman kita dalam mempelajari akuntansi. Adapun pengetahuan dasar yang harus kita ketahui meliputi:

1. Pengertian Akuntansi

        Pengertian akuntansi menurut American Accounting Association akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomis untuk memungkinkan pembuatan pertimbangan-pertimbangan dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai informasi tersebut.
        Informasi ekonomis yang dihasilakn proses akuntansi perupakan ikhtisar data transaksi yang terjadi dalam perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang. oleh karena itu yang menjadi sasaran atau objek akuntansi adalah transaksi yang bersifat financial/keuangan, atau transaksi yang akibatnya dapat diukur dengan satuan uang.
        Pada pelaksanaannya semua transaki sekuangan dalam periode tertentu, diproses dalam tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:
a. Pengidentifikasian
b. Pencatatan
c. Penggolongan
d. Pengikhtisaran
e. Penyusunan Laporan Keuangan
        Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi dalam arti sempit adalah suatu proses yang meliputi tahapan pengdentifikasian, penggolongan, pengikhtisaran dan penyusunan laporan keuangan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode.

2. Bidang-Bidang Spesialis Akuntansi

        Pada praktiknya akuntansi terbagi menjadi beberapa bidang spesialis diantaranya:
a. Akuntansi keuangan (financian accounting) yaitu akuntansi yang sasarannya adalah transaksi keuangan yang menyanyangkut perubahan harta, hutang dan modal suatu perusahaan.
b. Akuntansi biaya (cost accounting) yaitu akuntansi yang berhubungan dengan biaya-biaya perusahaan yang umumnya akuntansi biaya digunakan dalam perusahaan manufaktur.
c. Akuntansi perpajakan (tax accounting) yaitu transaksi yang kegiatannya berhubungan dengan objek pajak yang menjadi beban perusahaan untuk penyusunan laporan pajak.
d. Akuntansi manajemen (manajement accounting) yaitu bidang akuntasi yang kegiatannya berhubungan dengan pemungudan dan pengolahan data historis (data yang sudah berlalu).
e. Akuntansi pemeriksaan (auditing) yaitu bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan terhadap catatan atas hasil lapiran keuangan.
f. Akuntansi anggaran (budgetary accounting) yaitu bidang kegiatan akuntansi anggaran dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi serta yang akan terjadi.
g. Akuntansi pemerintahan (Goverment accounting) yaitu bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan nengara.

3. Jabatan Dalam Bidang Akuntansi 

        Jabatan-jabatan dalam akuntansi meliputi:
a. Akuntan publik, adalah akuntan swasta yang menyediakan jasa pemeriksaan akuntan kepada pihak lain.
b. Akuntan intern, yaitu akuntan yang bekerja pada perusahaan swasta.
c. Akuntan pemerintahan, yaitu akuntan yang bertugas pada pemerintahan dan perusahaan perusahaan negara.
d. Akuntan pendidik, yaitu akuntan yang bekera pada sektor pendidikan.

4. Pemakai Informasi Akuntansi

        hasil dari laporan keuangan akan menjadi informasi bagi beberapa pihak di mana informasi tersebut akan dipakai oleh:
a. Pemimpin perusahaan
b. Pemilik perusahaan
c. Kreditor
d. Investor
e. Pemerintah
f. Karyawan

5. Prinsip-Prinsip Akuntansi

        Pada prosenya akuntansi juga memiliki prinsip-prinsip yang meliputi:
a. Kesatuan akuntansi
prinsip kesatuan akuntansi adalah adalah anggapan dasar bahwa perusahaan adalah suatu kesatuan yangg berdiri sendiri dan terpisah baik dari pribadi pemilik perusahaan maupun dari kesatuan ekonomi yang lain.
b. Kesinambungan
Konsep ini menganggap bahwa perusahaan didirikan untuk jangaka waktu yang tidak terbatas.
c. Periode akuntansi
Selama jangka waktu perusahaan menjalankan usahanya dibagi menjadi periode-periode akuntansi, setiap periode pada umumnya dimulai dari tanggal 1 januari dan berakhir pada 31 desember.
d. Pengukuran dalam nilai uang
Uang sebagai alat pertukaran yang universal dalam perekonomian.
e. Harga pertukaran
Dalam prinsip ini akuntansi menganggap bahwa harga yang ditetukan secara objektif oleh pihak yang terkait dengan transaksi dan didukung oleh bukti-bukti yang telah diperiksa keabsahannya.
f. Penetapan beban dan pendapatan
Penentuan laba dilakukan secara periodik dan menggunakan dasar waktu atau acrual basic

6. Rumus Bukti Transaksi

Perubahan
Kelompok
Harta
Utang
Modal
Pendapatan
Beban
Bertambah (+)
Debet
Kredit
Kredit
Kredit
Debit
Berkurang (-)
Kredit
Debit
Debit
Debit
Kredit


Cara Input data Akuntansi pada MYOB