Translate
Selasa, 28 Januari 2020
Senin, 27 Januari 2020
Siklus Akuntansi
Akuntansi merupakan elemen penting
yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah perusahaan. Akuntansi merupakan sebuah
catatann keuangan yang dapat menggambarkan keadaan keuangan perusahaan,
sehingga jelas bahwa perusahaan baik sekala kecil maupun besar yang dimana
tujuannya pergerakannya adalah profir oriented atau keuntungan yang dalam hal
ini adalah berbentuk uang, maka akuntansi diperlukan dalam proses usahanya.
Pada pada proses pencatatannya tidak
semua skala usaha mempunyai sistem yang sama antara usaha skala kecil dengan
usaha sekala besar, untuk usaha sekala kecil sistem akuntansi yang digunakan
lebih sederhana sementara untuk usaha sekala besar sistem akuntansi yang
digunakannyapun harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Peruasahaan ada dua
jenis yaitu peruasahaaan dagang dan peruasahaan jasa yang sebetulnya memiliki
system akuntansi yang relativ sama. Adapaun
dalam pembahasan kali ini yaitu akan membahas tentang siklus akuntansi yang
umumnya dipergunakan pada perusahaan perdagangan untuk sekala menengah dan
besar.
Adapun siklus akuntansi yang ideal
dipergunakan diperusahaan-perusahaan tersebut diantaranya:
1. Identifikasi
Identifikasi yang
dimaksud adalah identifikasi transaksi. Tidak semua transaksi dapat dicatat ke
dalam catatan akuntansi, transaksi yang dimaksud adalah transaksi-transaksi
yang berhubungan dengan keuangan dan dapat mempengaruhi posisi keuangan
perusahaan degnna kata lain transaksi yang dicatat yaitu transaksi yang
berpengaruh terhadap aset perusahaan, utang perusahaan, dan modal perusahaan.
Dengan banyaknya jenis transaksi yang dilakukan, sehingga mewajibkan seorang
akuntan untuk mengidentifikasi transaksi
tersebut. Transaksi yang dapat dicatat dalam proses akuntansi, hanya transaksi-transaksi
yang memiliki bukti sehingga laporan yang dihasilkan dapat dipertanggung
jawabkan oleh akuntan, bukti yang di maksud dapat betupa nota, faktur, memo,
bukti kas masuk maupun kas keluar dan juga beberapa bukti lainnya yang
memungkinkan dapat mempengaruhi posisi keuangan perusahaan.
2. Analisis
Langkah selanjutnya yang
harus dilakukan oleh seorang akuntan setelah melakukan identifikasi transaksi
yaitu melakukan analisis transaksi dimana penganalisisan ini yaitu menentukan
akun-akun yang terpengaruhi oleh setiap transaksi. Pada sistem pencatatan
akuntansi umumnya menggunakan double
entry system diamana setiap transaksi yang terjadi sekurang-kurangnya dapat
mempengaruhi dua rekening akun baik bertambah maupun berkurang yang dicatat
disebelah debet dan kredit dengan jumlah nominal yang sama. Untuk mengetahui pengaruhnya
setiap transaksi terharap rekenning akun, dapat membukan laman rumus buktitransaksi.
3. Pencatatan kedalam jurnal
Setelah melakukan
analisis transaksi dan sudah mengetahui akun apa saja yang terpengaruhi oleh
setiap transaksi, seorang akuntan akan mencatat transaksi-transaksi yang
terjadi kedalam buku jurnal. Jurnal terdapat dua bentuk yang memiliki fungsi
yang sama yaitu pertama jurnal umum dan yang kedua jurnal khusus. Jurnal umum
atau general journal adalah jenis jurnal yang sebetulnya daapat digunakan untuk
berbagai jenis transaksi, dan akan mendapatkan hasil laporan yang sama dengan
hasil laporan yang menggunakan jurnal khusus. Hanya saja karena pencatatannya
yang disatukan antara berbagai transaki,
sehingga pembaca maupun akuntan akan sedikit mengalami kesulitan dalam
membedakan setiap transaksi yang terjadi dalam satu periode. Jurnal khusus
adalah jurnal yang dipergunakan khusus untuk jenis-jenis transaksi yang
terjadi. Misalnya jurnal khusus penjualan dimana jurnal ini hanya dipergunakan khusus
untuk transaksi transaksi penjualan. Adapun jurnal khusus pada umumnya yang
digunakan dalam perusahaan dagang diantaranya yaitu jurnal penjualan, jurnalpembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal kas kecil, jurnalumum khusus yang biasanya digunakan untuk mencatan retur dan mencatat
transaksi-transaksi lainnya yang tidak termasuk dalam jurnal yang sudah
disebutkan sebelumnya, selain itu juga memungkinkan adanya jurnal-jurnal yang
lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Setelah dilakukan
penjurnalan umumnya seorang akuntan kan membuat rekapitulasi setia akun pada
masing-masing jurnal, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah akuntan dalam
proses pemostingan ke dalam buku besar.
4. Pemindahbukuan kepada buku besar
(posting buku besar)
Setelah melakukan
penjurnalan, langkah selanjutnya adalah memposting setiap akun kedalam buku
besar. Buku besar adalah kumpulan rekening akun-akun perusahaan. Biasanaya
setiap perusahaan mempunyai kumpulan akun-akun yang biasanya terjadi pada perusahaan
tersebut yang dimana akun tersebutpun sudah memiliki kode akun yang dimaksudkan
untuk mempermudah perivikasi rekening
akun. Lihat pada contoh buku besar.
5. Penyusunan neraca saldo
Penyusunan neraca saldo
kegiatannya hanya memindahbukukan dari buku besar ke dalam format neraca saldo
sehingga neraca saldo juga disebut dengan dekapitulasi buku besar. Nominal yang
dipindahkan kedalam neraca saldo adalah nominal atau angka akhir yang terdapat
pada masing-masing rekeing akun buku besar baik itu yang ada di debit maupun di
kredit yang pada akhirnya jumlah neraca saldo harus seimbang antara jumlah yang
ada di debit dengan jumlah yang ada di kredit. Apabila jumlah tidak seimbang,
kemungkinan ada kesalahan pencatatan baik itu di neraca saldo itu sendiri, di buku
besar atau mungkin kesalahan pada jurnal yang tentunya arus diperbaiki oleh
akuntan.
6. Penyusunan jurnal penyesuaian
Tidak semua perusahaan
akan selalu melakukan penyesuaian, maksudnya adalah jurnal penyesuaian
tergantung pada kronologis keadaan asset perusahaan itu sendiri. Apa bila pada
akhir periode tidak ada rekening akun yang harus disesuaikan, maka setelah
membuat neraca saldo, seorang akuntan dapat melakukan langkah selanjutnya tanpa
membuat jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode
sebelum seorang akuntan membeuat laporan keuangan yang biasanya karena adanya
bukti transaksi berupa memo dari berbagai pihak yang behubungan yang isinya
menyatakan bahwa seorang akuntan harus melakukan penyesuaian kembali atau
memperaiki jurnal terhadap rekening akun yang telah dibuat dengan membuat
jurnal baru berupa jurnal penyesuaian. Dan setelah pembuatan jurnal selesai
langkah selanjutnya yaitu seperti biasa bahwa seorang akuntan harus membuat
rekapitulasi akun pada jurnal dan kemudian mempostinnya kepada buku besar.
7. Saldo setelah penyesuaian atau work sheet
Pada kegiatan ini
sebetulnya seorang akuntan hanya memilih salah satu diantara dua yang sudah
disebutkan yaitu memilihh membuat neraca saldo setelah penyesuaian atau membuat
kertas kerja (work sheet). Pungsi utama sama yaitu sebagai untuk membuat
laporan keuangan, hanya saja untuk membuatan work sheet lebih disarankan dalam
tahap ini. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah membuatak laporan keuangan. Adapun
contoh worksheet atau kertas kerja adalah sebagai berikut.
|
No.
Akun
|
Nama
Akun
|
Neraca
Saldo
|
Jurnal
Penyesuaian
|
Neraca
Saldo Setelah Penyesuaian
|
Laporan
Laba Rugi
|
Laporan
Posisi Keuangan
|
|||||
|
debet
|
kredit
|
debet
|
kredit
|
debet
|
kredit
|
debet
|
kredit
|
debet
|
kredit
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keteranga:
-
Kolom
no. akun diisi dengan nomor akun yang sudah disediakan perusahaan untuk masing-masing
akun.
-
Kolom
nama akun diisi dengan mama-nama akun yang sudah disusun oleh perusahaan
-
Kolom
neraca saldo di isi sesuai dengan nominal angka pada neraca saldo yang dibuat
sebelum jurna penyesuaian.
-
Kolom
jurnal penyesuaian hanya membuat ulang jurnal artinya hanya memindahbukukan dari
jurnal penyesuaian yang dibuat sebelumnya ke dalam format kertas kerja (work sheet).
-
Kolom
neraca saldo setelah penyesuaian di isi dengan hasil penguranga atau penambahan
antara nominal salah satu akun neraca saldo dengan nominal akun jurnal
penyesuaian. Apabila pada neraca saldo di debit dan di jurnal penyesuaian di
debit maka tinggal dijumlahkan/ditambahkan saja kemudian simpan di kolom neraca
saldo setelah penyesuaian di sebelah debit begitu juga sebaliknya.
-
Kolom
laporan laba rugi hanya memindahkan akun-akun yang termasuk pada golongan
pendapatan dan beban.
-
Kolom
laporan posisi keuangan atau biasa disebut juga neraca hanya memindahkan akun-akun
yang termasuk pada golongan harta, utang dan modal yang terdapat pada kolom neraca
saldo setelah penyesuaian.
8. Menyusun lapporan keungan
Berdasarkakn informasi
yang sudah dibuat pada kertas kerja, maka langkah selanjutnya yaitu membuat
laporan keuangan yang terdiri dari:
a. Laporan laba rugi yang berguna untuk
menggambarkan kinerja perusahaan. Adapun akun akunnya terdapat pada kertas
kerja di kolom lapporan laba rugi.
b. Laporan perubahan modal yang bergna untuk
melihat ada atau tidaknya perubahan modal selama kegiatan operasional usaha.
c. Laporan posisi keuangan yang berguna untuk memprediksi likuiditas, solvensi dan
fleksibilitas.
d. Laporan arus kas yang berguna untuk
mengetahui informasi mengenai keluar dan masuknya kas perusahaan pada
periode berjalan.
9. Jurnal pembalik
Setelan membuat laporan
keuangan, langkah selanjutnya yaitu membuat jurnal penutup. Akun-akun yang
ditutup pada tahap ini adalah akun-akun pendapatan dan akun-akun beban caranya yiatu
dengan meng-nolkakn akun-akun tersebut. Misal terdapat salah satu akun golongan
pendapatan yang posisi nominal pada neraca saldo setelah penyesuaian itu di
kredit maka pada jurnal penutup, akun tersebut nominalnya dipindahkan menjadi
di debit. Jurnal penutup dibuat dimaksudkan karena akun akun tersebut sudah
berhenti aktifitasnya pada periode berjalan sehingga harus ditutup atau
dihentikan dan akan dimulai kembali pada periode berikutnya. Setelah pembuatan
jurnal, seperti biasa akuantan harus mempostingnya ke buku besar.
10. Neraca saldo setelah penutupan
Pada dasrnya neraca
saldo dibuat kembali Karen adanya jurnal yang mempengaruhi bukku besar. Seperti
hanya pertama kita buat neraca saldo, kemudian karena ada jurnal penyesuaian,
maka dibuat lagi neraca saldo setelah penyesuaian. Begitu juga pada tahap ini,
karena adanya jurnal penutup, maka harus dibuat juga neraca saldo setelah
penutupan. Karena adanya kewajian untuk memposting jurnal kebuku besar, sehingga
kemudian seperti yang sudah disampaikan bahwa neraca saldo merupakan
rekapitulasi dari buku besar. Neraca saldo setelah penyesuaianyan ini nantinya
hanya akan tersisa akun-akun Harta, utang dan modal dan keseimbangan harus ada
antara nominal yang ada di kolom debit dengan nominal yang ada di kolom kredit.
11. Jurnal pembalik
Jurnal pembalik adalah
tahap akhir proses siklus akuntansi. Jurnnal pembalik bertujuan untuk menyederhanakan
transaksi-transaksi tertentu yang terjadi pada periode berikutnya. Jurnal pembalik
biasanya dibuat pada awal periode berikutnya. Cara membuatnya yaitu dengan
membalikan jurnal yang ada pada jurnal penyesuaian pada periode berjalan. Misal
pada jurnal penyesesuaian terdapat salah satu akun yang nominalnya berada pada
posisi debit makan dipindahkan menjadi di kredit begitu juga sebalaiknya.
Selesai pada tahap ini maka selasai
pulalah percatatan akuntansi pada satu periode berjalan. Aktifitas aktifitas-aktifitas
yang sudah dijelaskan diatas tidak boleh terlewatkan apabila dibutuhkan karena
aktifitas tersebut sudah menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam
proses siklus akuntasi.
Terima Kasih Semoga Bermanfaat
Pengetahuan Dasar Akuntansi
Sebelum kepada pembahasan yang lebih jauh mengenai akuntansi dan pencatatannya, terlebih dahulu kita ketahui konsep dasar ataupun pengetahuan-pengetahuan dasar tentang akuntansi untuk memudahkan pemahaman kita dalam mempelajari akuntansi. Adapun pengetahuan dasar yang harus kita ketahui meliputi:
1. Pengertian Akuntansi
Pengertian akuntansi menurut American Accounting Association akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomis untuk memungkinkan pembuatan pertimbangan-pertimbangan dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai informasi tersebut.
Informasi ekonomis yang dihasilakn proses akuntansi perupakan ikhtisar data transaksi yang terjadi dalam perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang. oleh karena itu yang menjadi sasaran atau objek akuntansi adalah transaksi yang bersifat financial/keuangan, atau transaksi yang akibatnya dapat diukur dengan satuan uang.
Pada pelaksanaannya semua transaki sekuangan dalam periode tertentu, diproses dalam tahap-tahap kegiatan sebagai berikut:
a. Pengidentifikasian
b. Pencatatan
c. Penggolongan
d. Pengikhtisaran
e. Penyusunan Laporan Keuangan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi dalam arti sempit adalah suatu proses yang meliputi tahapan pengdentifikasian, penggolongan, pengikhtisaran dan penyusunan laporan keuangan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode.
2. Bidang-Bidang Spesialis Akuntansi
Pada praktiknya akuntansi terbagi menjadi beberapa bidang spesialis diantaranya:
a. Akuntansi keuangan (financian accounting) yaitu akuntansi yang sasarannya adalah transaksi keuangan yang menyanyangkut perubahan harta, hutang dan modal suatu perusahaan.
b. Akuntansi biaya (cost accounting) yaitu akuntansi yang berhubungan dengan biaya-biaya perusahaan yang umumnya akuntansi biaya digunakan dalam perusahaan manufaktur.
c. Akuntansi perpajakan (tax accounting) yaitu transaksi yang kegiatannya berhubungan dengan objek pajak yang menjadi beban perusahaan untuk penyusunan laporan pajak.
d. Akuntansi manajemen (manajement accounting) yaitu bidang akuntasi yang kegiatannya berhubungan dengan pemungudan dan pengolahan data historis (data yang sudah berlalu).
e. Akuntansi pemeriksaan (auditing) yaitu bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan terhadap catatan atas hasil lapiran keuangan.
f. Akuntansi anggaran (budgetary accounting) yaitu bidang kegiatan akuntansi anggaran dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi serta yang akan terjadi.
g. Akuntansi pemerintahan (Goverment accounting) yaitu bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan nengara.
3. Jabatan Dalam Bidang Akuntansi
Jabatan-jabatan dalam akuntansi meliputi:a. Akuntan publik, adalah akuntan swasta yang menyediakan jasa pemeriksaan akuntan kepada pihak lain.
b. Akuntan intern, yaitu akuntan yang bekerja pada perusahaan swasta.
c. Akuntan pemerintahan, yaitu akuntan yang bertugas pada pemerintahan dan perusahaan perusahaan negara.
d. Akuntan pendidik, yaitu akuntan yang bekera pada sektor pendidikan.
4. Pemakai Informasi Akuntansi
hasil dari laporan keuangan akan menjadi informasi bagi beberapa pihak di mana informasi tersebut akan dipakai oleh:a. Pemimpin perusahaan
b. Pemilik perusahaan
c. Kreditor
d. Investor
e. Pemerintah
f. Karyawan
5. Prinsip-Prinsip Akuntansi
Pada prosenya akuntansi juga memiliki prinsip-prinsip yang meliputi:a. Kesatuan akuntansi
prinsip kesatuan akuntansi adalah adalah anggapan dasar bahwa perusahaan adalah suatu kesatuan yangg berdiri sendiri dan terpisah baik dari pribadi pemilik perusahaan maupun dari kesatuan ekonomi yang lain.
b. Kesinambungan
Konsep ini menganggap bahwa perusahaan didirikan untuk jangaka waktu yang tidak terbatas.
c. Periode akuntansi
Selama jangka waktu perusahaan menjalankan usahanya dibagi menjadi periode-periode akuntansi, setiap periode pada umumnya dimulai dari tanggal 1 januari dan berakhir pada 31 desember.
d. Pengukuran dalam nilai uang
Uang sebagai alat pertukaran yang universal dalam perekonomian.
e. Harga pertukaran
Dalam prinsip ini akuntansi menganggap bahwa harga yang ditetukan secara objektif oleh pihak yang terkait dengan transaksi dan didukung oleh bukti-bukti yang telah diperiksa keabsahannya.
f. Penetapan beban dan pendapatan
Penentuan laba dilakukan secara periodik dan menggunakan dasar waktu atau acrual basic
6. Rumus Bukti Transaksi
Perubahan
|
Kelompok
|
||||
Harta
|
Utang
|
Modal
|
Pendapatan
|
Beban
|
|
Bertambah
(+)
|
Debet
|
Kredit
|
Kredit
|
Kredit
|
Debit
|
Berkurang
(-)
|
Kredit
|
Debit
|
Debit
|
Debit
|
Kredit
|
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Akuntansi merupakan elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah perusahaan. Akuntansi merupakan sebuah catatann keuangan yang d...